Semua orang akan jatuh cinta pada waktunya. Meskipun tidak semua orang jatuh cinta dengan rasa yang tepat, pada orang yang tepat maupun dengan cara yang benar di waktu yang tepat. Mungkin awalnya cinta, namun bisa juga hanya obsess?
Beberapa orang mungkin suka dengan sebuah kompetisi.
Bahkan ketika bisa berhasil keluar sebagai pemenang dan berhasil mengalahkan kompetitornya ada rasa bangga ketika mendapatkannya.
Lantas apakah cinta adalah sebuah perlombaan?
Dan bagaimana jika kita sebagai seseorang piala yang berhasil diperjuangkan?
Tentunya senang, bangga, hidup seperti queen or king bisa jadi.
Apa artinya itu semua jika semua itu hanya kita rasakan di awal, seperti kita tahu hubungan awal itu katanya honeymoon period dan bertahan paling lama 18 bulan. selanjutnya? terserah anda.
Apa sih tolak ukur jodoh?
Wajah mirip?
Menemukan pasangan yang sesuai kriteria yang kita inginkan?
Kecocokan?
Pernah ada seorang teman beberapa bulan lalu berkata seperti ini, kita mungkin punya kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan orang lain? lalu orang lainnya merasa sudah sangat senang dengan diri kita. Tidak ada yang aneh sebenarnya dengan pernyataan itu, semua tentang pengalaman yang dia pernah rasakan. Saat itu pun aku hanya diam, dan pada saat menulis ini aku baru bisa memberikan jawabanku, lama sih. tetapi aku menikmati proses, tidak semua ada jawabannya langsung, butuh waktu mencerna.
menurutku, ketika semua proses berjalan alami dan natural tidak akan ada masalah, masalah terjadi ketika kita berusaha mencocokan diri demi orang lain, melakukan hal- hal yang berlebihan dan bukan diri sendiri, lalu dikemudian hari mengungkit semua kebaikan usaha yang pernah dilakukan dan menganggap semua yang dilakukan adalah bagian dari perjuangan? menuntut pasangan secara tidak langsung harus membalas semua yang pernah diperbuat? dan ketika pasangan tidak melakukannya salah satu pihak akan bercerita seolah- olah dia korban dari kebaikan yang dia perbuat.
Padahal sedari awal, tidak ada yang minta diperjuangkan, tidak ada yang mendorong, semua dilakukan sendiri, dengan penuh kesadaran.
Setelah honeymoon period, hidup cuma dipenuhi dengan pertengkaran, ekspektasi- ekspektasi yang tidak terpenuhi, ancaman, kekerasan verbal maupun fisik.
Akhirnya bukan sebuah hubungan yang membawa kebaikan maupun kemajuan dalam hubungannya, melainkan ketidakbahagiaan dan ketidaknyamanan satu sama lain, dan banyak yang terjadi di sekitar kita. hubungan yang sudah tidak sehat itu terus berlanjut terulang terus menerus. Semua diatas namakan cinta?
Semua pertengkaran dianggap bumbu yang tidak luput dari sebuah hubungan?
Semua di bolak balik sehingga kerealistisan cinta jadi dipertanyakan?
Setia itu tidak terlihat, setia itu bukan bagaimana dia selalu ada untuk kamu, bukan bagaimana dia menunjukan kamu istimewa ketika dia dihadapan kamu, tetapi bagaimana dia menjaga dirinya ketika tidak bersama kamu. Bagaimana dia menjaga namamu, membela namamu dan bagaimana dia mengistimewakan hadirmu walau kamu sedang tidak bersamanya, bukan sebaliknya, membicarakanmu keburukanmu dihadapan teman- temannya. menertawakan perilakumu, bisa dibayangkan kamu menjadi topik pembicaraan yang menarik dihadapan orang lain.
"Apakah kita berjodoh?
Hanya waktu yang bisa menjawabnya".
yep.
ReplyDelete👍 👍
ReplyDelete