Tidak semua orang yang berbicara denganmu adalah teman,
Tidak semua orang yang tidak mengobrol denganmu adalah musuh.
Bahkan tidak jarang orang yang membicarakanmu, menjatuhkanmu, menipumu adalah orang terdekatmu.
Jadi kepada siapakah kita harus percaya?
Karena waktu itu masih menunjukan pukul 18.00 dan ibadah dimulai pada pukul 19.00. Umat yang sudah hadir mempunyai banyak waktu untuk mengobrol sembari menunggu acara ibadah dimulai.
Tidak lama setelah kehadiran kami ( Mama dan saya), muncul seorang bapak yang dengan bersemangat bercerita.
Mulai menceritakan tentang salah satu umat yang tidak hadir malam itu, kisahnya, kehidupannya, bahkan sampai rumah tangganya. Dilanjutkan menceritakan orang lain lagi yang begini begitu. Kami cuma diam mendengarkan.
Setelah selesai ibadah, acarapun berlanjut dengan ramah tamah.
Alangkah kagetnya, Bapak yang membicarakan orang lain, duduk semeja dengan orang yang dibicarakan sebelumnya.
Mereka terlihat akrab berbincang- bincang, sesekali bersenda gurau.
Bukan urusanku memang, saya pun tidak ada niat untuk ikut campur. Cuma pemandangan ini aneh di mata saya.
Sejam lalu membicarakannya yang tidak- tidak. Sejam kemudian duduk dan makan bersama.
Saya hanya merasa perlu waspada, dengan siapa kita ingin berbagi kisah, dengan siapa kita ingin berkeluh kesah?
Comments
Post a Comment