Skip to main content

FEELING IN LOVE

    Pernahkah kita menginginkan seorang pasangan dengan beberapa kriteria tertentu?
Semisal, saya sukanya..
wanitia/pria yang...
Namun pernahkah menjawab pertanyaan dari pernyataan yang kita inginkan dengan?
WHY??
Contohnya: saya sukanya pasangan yang sarkastik, karena saya merasa pasangan yang bisa sarkastik ke orang lain, berarti pintar, lucu, dia bisa nyeplos ke orang lain dan itu wow menurut saya, tetapi coba bayangkan, ketika dalam perjalanan hubungan dan kami mengalami masalah, sifat sarkastik itu dimunculkan ke saya..
itu juga wow. ha ha ha nyess gitu rasanya..
dan beberapa kali mendapat pasangan seperti itu,
saya merefleksikan beberapa hal ke diri sendiri, kenapa saya suka pasangan seperti itu dan beberapa kali mendapat pasangan yang serupa?
oh!! I get it.. ternyata saya pengen di validasi sebagai orang pintar juga.


Setelah look inside first dan lebih mengenal diri sendiri,
akhirnya sampai pada tahap lebih meningkatkan kapasitas
diri, bukan mencari pasangan untuk melengkapi namun untuk memperbesar kapasitas.


1 gelas penuh dan 1 gelas kosong jarang akan menjadi 2 gelas penuh yang ada hanya akan tetap ataupun berkurang, karena pada saat dituang akan ada yang tumpah, mungkin menjadi 2 gelas, tetapi bayangkan tugas yang dilakukan lumayan banyak.
berbeda dengan masing- masing yang sudah membawa gelas penuh, nantinya akan menjadi 2 gelas, menjadi 3 gelas dan seterusnya tentunya itu lebih mudah.


it's not about destination it's about the journey.

perjalanan setiap orang itu tidak sama.
ada yang harus pacaran beberapa kali,
ada yang sekali pacaran dan langsung menikah.
tidak ada yang aneh sebenarnya, dan tidak pernah ada kata terlambat untuk itu.
setiap orang punya proses yang berbeda.
menurut aku semakin kuat seseorang menemukan why nya, semakin kuat kita untuk mengapai semua itu.


we accept the love we think we deserve
 

Ketika aku sudah cukup mengenal diriku dan mengetahui reason why ku,
proses pengenalan ini panjang kawan, sampai ujung hayat overtime sepanjang waktu.
akhirnya kita akan mencari ruang yang sefrekuensi dulu.

mulai berpikir pasangan adalah team work
sampai pernah ada pertanyaan, " manakah yang lebih penting mencari orang karena banyak kesamaan atau mencari sesorang yang beda 360° ?
menurut aku sendiri, Both works!
kesamaan suka cuci piring, alhasil ya dapurnya bersih.
kalau berbeda sekalipun selama tahu metodenya, tahu cara mengakomodir. tidak akan jadi masalah.


Yang perlu disadari adalah, feeling itu bisa berkurang apalagi yang hanya mengandalkan feeling.
aku suka karena.....
dan ketika dihadapkan dengan ketidaksukaannya nantinya  berubah.
alangkah baiknya kita bisa lebih realistis
.
ketika membeli sepatu yang masa pakai rata- rata 2-5 tahun saja butuh waktu, kenapa memilih pasangan hidup yang diinginkan seumur hidup harus asal? pokoknya ada, pokoknya cepat. no no no

jangan mudah tergiur dengan penawaran.
tetapi juga carilah potensi yang ada pada calon pasangan, observasi tingkah lakunya, temukan dari waktu ke waktu bukan cuma obrolannya, lingkungannya, karena manusia itu kompleks sehingga kita perlu melihatnya secara holistik (keseluruhan).


    perjalanan hidup adalah tentang sebuah proses untuk mengenal diri dan mengenal siapa yang akan mendampingi kamu nantinya. tanpa mengenal diri bagaimana kita bisa tau siapa yang kelak mendampingi kita. selain itu pasang target kamu, mau sejauh mana kamu mengenal diri sehingga nantinya bisa menemukan pasangan transform life.
 

Never stop learnng, because life never stop teaching.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hubungan Energi, Frekuensi dan Vibrasi

Pernahkah kamu bertemu dengan seseorang yang tanpa mengatakan apapun, tanpa alasan jelas kamu merasa lelah karenanya? Jadi, Frekuensi itu adalah tempat kita berada,setiap orang memiliki energi bawaan masing- masing, yang terbentuk dari kebiasaan, pemikirannya , perasaannya. dan bersumber dari dalam diri masing- masing. meskipun tidak semua orang peka dalam merasakan energi orang lain. energi inilah yang akhirnya memunculkan vibrasi yang bisa dirasakan oleh orang sekitarnya. pemikiran manusia pun memancarkan sebuah getaran. untuk beresonansi dengannya, kita harus menyelaraskan pikiran, ucapan dan perbuatan kita dengan pikiran, ucapan dan tindakan. kita mungkin akan bertemu dengan orang2 dengan latar belakang berbeda, dengan pengalaman maupun permasalahannya tersendiri. sehingga masing- masing orang tersebut membawa energi masing- masing yang memancarkan sebuah getaran pada saat kita bertemu, ibarat frekuensi radio, supaya terdengar enak, kita harus menyesuaikan salurannya. ter...

Life’s confusing. And somehow, that’s what makes it worth exploring.

Tidak semua orang yang berbicara denganmu adalah teman,  Tidak semua orang yang tidak mengobrol denganmu adalah musuh. Bahkan tidak jarang orang yang membicarakanmu, menjatuhkanmu, menipumu adalah orang terdekatmu. Jadi kepada siapakah kita harus percaya? Karena waktu itu masih menunjukan pukul 18.00 dan ibadah dimulai pada pukul 19.00. U mat yang sudah hadir mempunyai banyak waktu untuk mengobrol sembari menunggu acara ibadah dimulai. Tidak lama setelah kehadiran kami ( Mama dan saya), muncul seorang bapak yang dengan bersemangat bercerita. Mulai menceritakan tentang salah satu umat yang tidak hadir malam itu, kisahnya, kehidupannya, bahkan sampai rumah tangganya. Dilanjutkan menceritakan orang lain lagi yang begini begitu. Kami cuma diam mendengarkan. Setelah selesai ibadah, acarapun berlanjut dengan ramah tamah. Alangkah kagetnya, Bapak yang membicarakan orang lain, duduk semeja dengan orang yang dibicarakan sebelumnya. Mereka terlihat akrab berbincang- bincang, sese...

Corona Impact

Siapa sangka virus ini begitu sangat menguncang dunia. Siapa sangka virus ini akan bisa keluar dari negara asalnya. Siapa sangka pengkali lipatan virus ini begitu cepat. Siapa sangka virus ini membawa banyak dampak. doa dan harapanku, semoga virus ini segera bisa diatasi dan kita semua, keluarga, teman2 dan orang terkasih selalu dalam lindungan Tuhan YME. Amin. well, kumau berbagi sedikit kisah. sebenarnya sebelum virus ini masuk ke Indonesia. itu saat giat2nya aku memulai olahraga. itu saat happy2 nya ketika pelan2 aku mencapai badan yang ideal. tetapi ya apa boleh buat. tempat biasa aku latihan harus tutup selama pandemi ini.  ga ada yang perlu disalahkan dan kita ga ada pilihan lain selain harus latihan sendiri di rumah. Namun, kalian pasti paham betul olahraga sendiri dan sama2 pasti tidaklah sama, begitupulah yang aku rasakan. mulai dari ada coachnya temannya, motivasi, kebiasaan2 selama latihan bareng2. di tempat ini kutemukan komunitas2 baru, teman2 yang ramah se...