Pernahkah kita menginginkan seorang pasangan dengan beberapa kriteria tertentu?
Semisal, saya sukanya..
wanitia/pria yang...
Namun pernahkah menjawab pertanyaan dari pernyataan yang kita inginkan dengan?
WHY??
Contohnya: saya sukanya pasangan yang sarkastik, karena saya merasa pasangan yang bisa sarkastik ke orang lain, berarti pintar, lucu, dia bisa nyeplos ke orang lain dan itu wow menurut saya, tetapi coba bayangkan, ketika dalam perjalanan hubungan dan kami mengalami masalah, sifat sarkastik itu dimunculkan ke saya..
itu juga wow. ha ha ha nyess gitu rasanya..
dan beberapa kali mendapat pasangan seperti itu,
saya merefleksikan beberapa hal ke diri sendiri, kenapa saya suka pasangan seperti itu dan beberapa kali mendapat pasangan yang serupa?
oh!! I get it.. ternyata saya pengen di validasi sebagai orang pintar juga.
we accept the love we think we deserve
Never stop learnng, because life never stop teaching.
Semisal, saya sukanya..
wanitia/pria yang...
Namun pernahkah menjawab pertanyaan dari pernyataan yang kita inginkan dengan?
WHY??
Contohnya: saya sukanya pasangan yang sarkastik, karena saya merasa pasangan yang bisa sarkastik ke orang lain, berarti pintar, lucu, dia bisa nyeplos ke orang lain dan itu wow menurut saya, tetapi coba bayangkan, ketika dalam perjalanan hubungan dan kami mengalami masalah, sifat sarkastik itu dimunculkan ke saya..
itu juga wow. ha ha ha nyess gitu rasanya..
dan beberapa kali mendapat pasangan seperti itu,
saya merefleksikan beberapa hal ke diri sendiri, kenapa saya suka pasangan seperti itu dan beberapa kali mendapat pasangan yang serupa?
oh!! I get it.. ternyata saya pengen di validasi sebagai orang pintar juga.
Setelah look inside first dan lebih mengenal diri sendiri,
akhirnya sampai pada tahap lebih meningkatkan kapasitas
diri, bukan mencari pasangan untuk melengkapi namun untuk memperbesar kapasitas.
1 gelas penuh dan 1 gelas kosong jarang akan menjadi 2 gelas penuh yang ada hanya akan tetap ataupun berkurang, karena pada saat dituang akan ada yang tumpah, mungkin menjadi 2 gelas, tetapi bayangkan tugas yang dilakukan lumayan banyak.
berbeda dengan masing- masing yang sudah membawa gelas penuh, nantinya akan menjadi 2 gelas, menjadi 3 gelas dan seterusnya tentunya itu lebih mudah.
perjalanan setiap orang itu tidak sama.
ada yang harus pacaran beberapa kali,
ada yang sekali pacaran dan langsung menikah.
tidak ada yang aneh sebenarnya, dan tidak pernah ada kata terlambat untuk itu.
setiap orang punya proses yang berbeda.
menurut aku semakin kuat seseorang menemukan why nya, semakin kuat kita untuk mengapai semua itu.
Ketika aku sudah cukup mengenal diriku dan mengetahui reason why ku,
proses pengenalan ini panjang kawan, sampai ujung hayat overtime sepanjang waktu.
akhirnya kita akan mencari ruang yang sefrekuensi dulu.
mulai berpikir pasangan adalah team work
sampai pernah ada pertanyaan, " manakah yang lebih penting mencari orang karena banyak kesamaan atau mencari sesorang yang beda 360° ?
menurut aku sendiri, Both works!
kesamaan suka cuci piring, alhasil ya dapurnya bersih.
kalau berbeda sekalipun selama tahu metodenya, tahu cara mengakomodir. tidak akan jadi masalah.
Yang perlu disadari adalah, feeling itu bisa berkurang apalagi yang hanya mengandalkan feeling.
aku suka karena.....
dan ketika dihadapkan dengan ketidaksukaannya nantinya berubah.
alangkah baiknya kita bisa lebih realistis
.
ketika membeli sepatu yang masa pakai rata- rata 2-5 tahun saja butuh waktu, kenapa memilih pasangan hidup yang diinginkan seumur hidup harus asal? pokoknya ada, pokoknya cepat. no no no
jangan mudah tergiur dengan penawaran.
tetapi juga carilah potensi yang ada pada calon pasangan, observasi tingkah lakunya, temukan dari waktu ke waktu bukan cuma obrolannya, lingkungannya, karena manusia itu kompleks sehingga kita perlu melihatnya secara holistik (keseluruhan).
perjalanan hidup adalah tentang sebuah proses untuk mengenal diri dan mengenal siapa yang akan mendampingi kamu nantinya. tanpa mengenal diri bagaimana kita bisa tau siapa yang kelak mendampingi kita. selain itu pasang target kamu, mau sejauh mana kamu mengenal diri sehingga nantinya bisa menemukan pasangan transform life.
Never stop learnng, because life never stop teaching.
😎
ReplyDelete