Kamu adalah sosok pasangan yang aku idamkan, di mataku kamu sempurna, bahkan tak kutemukan cela pada dirimu.
.
.
Lambat laun, perlahan namun pasti perasaanku terus tumbuh.
Selain berdoa kepada Tuhan dan terus menjaga komunikasi denganmu, tidak ada lagi yang aku bisa lakukan.
kita tetap pada kesibukan masing- masing.
punya kehidupan sendiri, mempunyai komunitas dan pergaulan sendiri.
Aku membiarkan rasa ini mengalir, seperti air,
aku membiarkan diriku hanyut dan terserah kemana aliran air ini membawaku.
Dari mengagumi hingga ingin memilikimu.
tetapi aku tersangkut dan nyaris tenggelam pada perjalanannya, aku berteriak minta tolong,
aku berusaha menyelamatkan diriku sambil melihat di sekitarku.
Oh Tuhan, dimanakah aku?
Aliran air yang tenangpun bisa membuatku tersesat.
hujan yang beberapa hari ini turunpun tidak menjanjikan batu besar tidak akan membuatku tersangkut.
gumamku dalam hati.
Bersyukur ku berhenti disini, karena aku masih hidup, aku masih bisa menyelamatkan diri.
Meskipun aku sempat menelan air dan terluka karena benturan batu.
Aku tidak tau apakah ada air terjun di ujung perjalanan nanti.
Atau binatang buas akan menerkamku.
aku tidak bisa membayangkan apa yang nantinya akan terjadi.
Setelah aku berhasil menyelamatkan diriku,
kucari dirimu, apakah kamu aman?
tak kulihat sosok mu di dekatku, bahkan bayanganmu pun tidak, tak kulihat dirimu di dekatku.
Ku berulang kali memanggil namamu.
Aku berteriak dengan mengatakan kalau diriku aman.
Perasaanku memang bukan tanggung jawabmu, perasaanku bukan juga kesalahanku, aku cuma berpikir bagaimana aku menjelaskannya nanti.
Aku ingat, kita memulai ini bersama dan kukira kita akan berhenti pada tempat pemberhentian yang sama.
.
.
Tetapi aku tidak tahu kamu terus mengikuti arus, ataukah ada persimpangan yang membuat kita terpisah.
Dengan tenaga yang masih aku miliki, aku menepi ketepian, memulihkan diri dan bersiap untuk meneruskan perjalanan.
Setelah beberapa saat,
akhirnya aku berhasil kembali ke tempat semula. tempat dimana kita pernah berkata
" bersama itu lebih baik ".
Dan akhirnya kutemukan dirimu tetap disana.
Tanpa kata.
You cannot control much of what happens in life. But you can control if you let it affect your mood and beliefs. If during tough times you remain confident that what you want is very possible, then what you want will be very possible. Life is constantly testing your commitment to snagging your desires. And life’s greatest prizes go to those most capable of keeping their eye n the prize – even in the midst of a storm. – Karen Salmansohn

Comments
Post a Comment